Mau ada yg nyanyiin Lagu ini :)
http://soundfox.me/audio/Bruno_Mars_-_Marry_You.mp3
Sabtu, 26 April 2014
my expression to world: LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
my expression to world: LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA: LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 2 Dosen pengampu : Dr. Kartimi, M.Pd Asisten pengamp...
Sabtu, 19 April 2014
my expression to world: laporan praktiukm bophan magnolidae dan hamamelida...
my expression to world: laporan praktiukm bophan magnolidae dan hamamelida...: LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE MAGNOPHYTA (SUBCLASSIS MAGNOLIDAE & HAMAMELIDAE) Waktu: Selasa, 8 April 2014 Disusu...
laporan praktiukm bophan magnolidae dan hamamelidae
LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI
PHANEROGAMAE
MAGNOPHYTA
(SUBCLASSIS
MAGNOLIDAE & HAMAMELIDAE)
Waktu:
Selasa, 8 April 2014

Disusun
oleh:
Santi
Nurwantini
14121610725
Biologi-B/
4
Kelompok
1
Asisten
praktikum: Ali Nurdin
Rini Sulastri
PUSAT LABORATORIUM IAIN SYEKH
NURJATI CIREBON
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU
PENDIDIKAN
JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
2014
MAGNOPHYTA
(MAGNOLIDAE & HAMAMELIDAE)
I.
TUJUAN
1) Menemukan
ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta
khussnya subclassis Magnolidae dan subclassis Hamamelidae
2) Membedakan
ciri-ciri tumbuhan pada kelas-kelas yang termasuk pada Family-family yang ada
dalam subclassis Magnolidae dan subclassis Hamamelidae
II.
DASAR TEORI
Subkelas
Magnoliidae memiliki karakteristik yang sangat beragam. Misalnya habitusnya
mulai dari pohon atau tumbuhan berkayu sampai herba. Perhiasan bunga ada yang
berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara sepal dan petal, ada juga
yang bunganya tereduksi dan tidak memiliki perhiasan bunga. Akan tetapi
subkelas Magnoliidae ini mempunyai beberapa karakteristik yang menunjukkan
keprimitifan yaitu umumnya polanya termasuk uniaperture, gynoeciumnya apocarpus
dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal. Subkelas Magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah
anggotanya kurang lebih 12.000 spesies. Kedelapan ordo tersebut adalah
Magnoliales, Laurales, Piperales, Aristolochiales. Illiclales, Nymphales,
Ranunculales, dan Papverales, tetapi hanya 4 ordo yang sering kita temui
sehari-hari dan sebagian mempunyai nilai ekonomis. Ordo yang akan dibahas
adalah Magnoliales yang akan diwakili oleh familia Magnoliaceae dan Annonaceae,
ordo Laurales yang diwakili oleh familia Lauraceae, ordo Piperales diwakili
oleh familia Piperaceae dan ordo Nymphales yang diwakili oleh Nymphaceae. (Campbell,
2008: 207-208)
Hammamelidae merupakan anak kelas yang
terkecil dalam magnoliopsida. Muncul sekitar 100 juta tahun yang lalu pada
periode kretasius bahwa yang ditandai oleh penyerbukan oleh angin dan
bagian-bagian bunga yang tereduksi, sering uniseksual. Kecuali beberapa taksa
dari bangsa urticales, kebanyakan bentuk hidupnya berupa tumbuhan berkayu, dan
sering suku-sukunya memounyai jenis-jenis yang jumlahnya relative sedikit. Pada
kelompok yang telah maju, bunganya tersusun dalam perbungaan spika. Perhiasan
bunga tidak ada atau tidak terdeferensiasi, ovulnya tunggal. Dalam beberapa
fase dari evolusinya, hamamelidae mulai menggunakan tannin sebagai senyawa
kimia untuk pertahanan dari beberapa herbivore. Hamamelidae lebih kuno dari
Dilleniidae dan Rosidae semua sangat bergantung pada tanin terhidrolisis.
Family yang lebih maju dari kedua family tersebut membentuk pertahanan baru
dengan berevolusi. Subclassis ini terdiri atas 11 ordo, 24
famili dan 3400 species.
1. Ordo Hamamelidales
Memiliki beberapa famili diantaranya
adalah Ceridiphyllaceae, Eupteliceae, Platanaceae dan Hammalidaceae. Yang akan
dibahas dalam makalah ini hanya Hamamelidaceae.
a.
Hamamelidaceae (Rasamela/ kayu untuk bangunan)
Hamamelidaceae merupakan bangsa Hamamelidales, anak
kelas Hamamelidae. Suku Hamamelidaceae berupa pohon atau perdu, umumnya
terdapat diderah subtropics dan daerah temperature hangat terutama di Asia
Timur.
Penyebaran dan habitat jenis ini menyebar mulai dari
Himalaya menuju wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, ke
Sumatera dan Jawa. Di Jawa, jenis ini hanya tumbuh di wilayah barat dengan
ketinggian 500-1.500 m dpl, di hutan bukit dan pegunungan lembab.
Pohon selalu hijau, tinggi dapat mencapai 40-60 m
dengan tinggi bebas cabang 20-35 m, diameter hingga 80-150 cm. Kulit kayu
halus, abu-abu, dan kayunya merah. Pohon yang masih muda bertajuk rapat dan
berbentuk piramid, kemudian berangsur menjadi bulat setelah tua. Letak daun
bergiliran, bentuknya lonjong, panjangnya 6 - 12 cm, dan lebarnya 2,5-5,5 cm,
dengan tepi daun bergerigi halus. Bunga berkelamin satu. Bunga jantan dan
betina terpisah pada pohon yang sama. Puncak pembuahan dan saat terbaik untuk
pengumpulan benih adalah Agustus-Oktober. Vektor penyerbukan belum diketahui,
tetapi diduga perantara penyerbukannya adalah angin, berdasarkan tinjauan bahwa
bunga tidak memiliki kelopak dan mahkota, benang sari sangat berlimpah, dan
kepala putiknya berupa “papila”.
Buah berdiameter 1,2-2,5 cm, berwarna coklat, seperti
kapsul yang terdiri 4 ruang. Setiap ruang berisi 1-2 benih yang telah dibuahi.
Selain benih yang dibuahi, dalam setiap ruang tersebut juga terdapat benih yang
tidak dibuahi yang jumlahnya mencapai 35 butir. Benih pipih dan dikelilingi
sayap yang berbau aromatik. Setiap kg benih terdiri 177.000 butir atau 75.000
benih/liter. Perkecambahannya epigeal.
2. Ordo Urictales
Ordo urticales adalah salah satu bangsa/ordo anggota
tumbuhan berbunga. Ordo ini meliputa terna, semak – semak maupun pohon – pohon
dengan kebanyakan daun – daun tunggal yang tersebar dan mempunyai daun penumpu.
Bunga kebanyakan berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk terbatas,
biasanya kecil – kecil, aktinomorf dengan tenda bunga yang berwarna hijau. Penyerbukan secara anemogami, pembuahan kalazogami
atau bentuk – bentuk peralihan ke porogami. Buahnya buah keras atau buah batu.
Ordo urticales ini meliputi Famili Moraceae, Famili
Cannabiaceae, dan Famili Urticaceae.
Moraceae
Famili
Moraceae termasuk pada ordo Urticales. Famili ini memiliki ciri, stipula besar,
bunga bebentuk bongkol, cawan, piala. Selain itu, biasanya tumbuhan ini
memiliki getah, contoh spesiesnya adalah Ficus benjamina(beringin), Ficus
elastica, Artocarpus altilitis dan Artocarpus heterophyllus.
( Tjitrosoepomo, 2010: 25-28)
III.
ALAT DAN BAHAN
A) Alat
B)
Bahan
1. Lup 1. Nymphaea
stellata (teratai bunga ros)
2. Silet/cuter 2. Persea
americana (alpukat)
3. Piper betle (sirih)
4. Peperomia pellucida
(sasaladahan)
5. Artocarpus heterophyllus (nangka)
6. Ficus elastica (karet
munding)
7. Cananga odorata (kenanga)
IV.
PROSEDUR KERJA
1. Spesimen
tumbuhan diamati dalam hal habitu, pola percabangan, dan bentuk/segi penampang
melintangnya.
2. Daunnya
diamati dalam hal filotaksis, pertulangan, bentuk, dan tepian daunnya.
3. Bunganya
diamati dan dibandingkan, yaitu: komposisi, jenis karangan bunga, dan simetri
bunganya.
4. Perhiasan
dan alat kelamin bunga diamati, yaitu: Corolla, calyx, perigonium, stamen, dan
pistilum.
5. Bagian-bagian
tumbuhan digambar, yaitu: percabangan tumbuhan, letak stipulanya, penampang
memanjang bunga, stamen, dan pistilum serta diberi keterangannya.
VI.
PEMBAHASAN
Praktikum
botani phanerogamae yang kedua ini adalah pengamatan spesimen dari divisi Magnoliphyta
yakni . Nymphaea stellata (teratai
bunga ros), Persea americana
(alpukat), Piper betle (sirih), Peperomia pellucida (sasaladahan), Artocarpus heterophyllus (nangka), Ficus elastica (karet munding), dan Cananga odorata (kenanga).
Pengamatan
pertama yakni Nymphaea stellata
(teratai bunga rose). Habitus teratai bunga ros adalah akuatik atau hidrofit
karena tumbuhan ini hanya dapat hidup di air saja. Segi penampang batang
berbentuk bulat dan termasuk monopodial karena batang utama terlihat dan tidak
memiliki percabangan batang. Bentuk daunnya reniformes (bulat besar) berjumlah
satu atau disebut daun tunggal yang langsung menjulur panjang dari batang
utamanya. letak daunnya ekuitan
Kingdom : Plantae
divisi :
Magnoliophyta
classis : Magnoliopsida
subclassis : Magnolidae
ordo
: Nymphaeales
family
: Nymphaeaceae
genus
: Nymphaea
spesies
: Nymphaea stellata
dengan
penampangnya. Pertulangan daun midrib yaitu letak urat daun ditengah. Tepi daun
dentatus yaitu bergerigi teratur seperti huruf v. pangkal daun peltatus dan
ujung daun bitten.
Nymphaea
stellata memiliki
bunga majemuk dengan karangan bunga pediselus (tangkai dari satu bunga pada
perbungaan), dan simetri bunga actinomorf yakni dapat dibagi oleh banyak bidang
simetri. Mahkota atau corolla berwarna merah jambu berjumlah 23 dan kelopak berwarna
hijau muda berjumlah 4. Perigonium tidak terdapat karena bisa dibedakan antara
mahkota dan kelopak. Benang sari atau stamen letaknya epipetal, dimana stamen
mengelilingi putik. Sedangkan letak pistilum (putik) hipoginus (berada ditengah
bawah yang tak terlihat pangkal stamennya). Tipe ovariumya adalah sinkarpus
yakni satu ovarium terdiri dari 2 atau lebih karpel. Bunga jantan dan bunga
betina terdapat dalam 1 individu pada perbungaan yang sama (monoeseus). Jika
bunganya dipegang, tangan akan terasa gatal dan baunya tidak sedap. (Dasuki,
1992: 49-55)
Piper betle (sirih)
aalah specimen kedua yang diamati. Tumbuhan ini berhabitus liana, tanpa
mempunyai organ khusus untuk memanjat. Bentuk caulisnya bulat dan termasuk
tumbuhan rasemosa (monopodial).
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliphyta
Classis :
Magnolipsida
Subclassis : Magnolidae
Ordo :
Piperales
Family :
Piperaceae
Genus :
Piper
Spesies :
Piper betle
Bagian daun
bentuk dan pangkalnya kordatus ialah berbentuk jantung, seperti segitiga dengan
dasar yang membulat dengan pertulangan daun palmatilobus. Tepi daun
bergelombang namun terlihat rata dari kejauhan dan ujung daun kuspidatus
(meruncing pada bagian ujung saja). Pada bagian bawah daun terdapat daun
penumpu yang disebut dengan stipula, inilah yang membedakan sirih dengan
tumbuhan lain. Letak daun distikha (berseling).
Bunga
sirih majemuk, berbentuk bulir, berkelamin satu dan ada pula berkelamin dua.
Tangkai benang sari pendek, kepala sari kecil, dan bakal buah duduk. Kepala
putik berwarna putih kekuning-kuningan, pendek, dan berjumlah dua sampai tiga.
Buahnya buni, bertangkai pendek, panjang bulirnya antara 12-14 cm. Bulir yang
masih muda berwarna kuning kehijauan dan bulir yang sudah tua warnanya hijau.
Biji sirih kecil dan berwarna cokelat.
Manfaat
sirih bila dicampur jambe dan kapur digunakan untuk menyirih. Daun, akar, dan
bijinya juga digunakan untuk obat. Daunnya digunakan untuk mengobati sakit
perut, obat kumur, obat cacing, dan mengandung obat perangsang. Daunnya yang
sudah direbus digunakan untuk mencuci luka memar dan dapat digunakan sebagai obat
keputihan oleh para wanita. Sirih dapat digunakan sebagai bahan pestisida
alternative karena bersifat sebagai fungisida dan bakterisida. Senyawa yang
terkandung dalam tanaman ini antara lain profenil fenol, enzim diastase tannin,
gula, amilum, enzim katalase, vitamin A, B, dan C, chaviol serta kavarol.
Chaviol ini memberikan bau khas sirih dan memiliki daya pembunuh bakteri 5 kali
dari phenol biasa. (Irnaningtyas, 2011: 66-69).
Pengamatan
ketiga yakni nangka. Habitusnya berupa pohon. Pohon nangka umumnya sedang
dengan tinggi 20-30 meter. Batang simpodial denga segi penampang bulat
silindris. Nangka memiliki getah yang putih pada bagian seluruh tubuhnya. Daun
nangka tunggal, filotaksis tersebar, bentuk daun bulat telur terbalik hingga
lonjong memanjang. Pertulangan daunnya menyirip, tepi daun sedikit undulates
karena dari kejauhan terlihat seperti rata. Ujung daun kuspidatus dan pangkal
daunnya petiolatus. Daun nangka yang masih muda biasanya terletak di atas
dengan warna hijau muda. Sedangkan daun tuanya terletak dibawah daun yang muda
dan berwarna hijau tua.
kingdom :
Plantae
divisi :
Magnoliphyta
class :
magnoliopsida
ordo :
Urticales
falimy :
Moraceae
genus :
Artocarpus
spesies :
Artocarpus heterophyllus
Bunga
nangka tunggal dengan perbungaan rasemosa (spadiks). Adapun simetri bunganya aktinomorf
beraturan atau radial. Perbungaan nangka muncul pada ketiak daunnya (aksilar).
Nangka tidak memiliki perhiasan bunga berupa mahkota dan kelopak. Namun tenda
bunganya (perigonium) menyerupai sepal (sepalous). Alat-alat kelamin bunga
nangka, benang sari monodelfus dengan susunan yang. Sedangkan pistilum
unikorpus. Distribusi seksnya dibantu dengan angin atau biasa disebut dengan
istilah anemogami.
Nangka memiliki brachtea yang terletak
di batangnya. Bunganya moneseus. Alat kelamin jantan dan betina berada dalam
satu pohon. Buah nangka sebenarnya adalah tangkai bunga yang tumbuh menebal,
berdaging, dan bersatu dengan daun-daun bunga membentuk kulit buah. Daging buah
nangka tebal dan berwarna kuning pucat, kuning kemerah-merahan, atau jingga.
Buah nangka beraroma harum yang berasal dari kandungan senyawa etil butirat.
(Irnaningtyas, 2011: 70-75).
Pengamatan keempat terhadap spesies
alpukat (Persea Americana). Habitus
alpukat berupa pohon dengan tinggi bisa mencapai 20 meter, dan memliki
percabangan banyak (simpodial). Daunnya tunggal berbentuk lonjong, lebar, agak
tebal, berwarna hijau tua, letak daun tersebar, dengan pertulangan daun tidak
sejajar. Tepi daunnya rata, ujung daun runcing, dan pangkal daun roduntatus.
Bunganya
tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dengan ukuran berkisar 5-10 mm. Buah
bertipe buni, bulat lonjong, memiliki kulit lembut berwarna hijau hingga ungu
kecokelatan. Daging buah berwarna hijau kenkuningan, tebal, dan teksturnya
lembut. Bijinya berbentuk polong, keras, dan ukurannya relative besar. Bunga
alpukat berjenis kelamin dua, tumbuh tersusun dalam mali pada tunas pucuk dan
tunas terminal. Meskipun berjenis kelamin dua, penyerbukan (polinasi) sendiri
tidak pernah terjadi. Tanaman alpukat tergolong tanaman yang berbunga majemuk.
Bunga alpukat memiliki sifat yang dichogami, yaitu putik dan benang sari pada
bunga masak secara tidak bersamaan. Putik bunganya berfungsi bila mengalami penyerbukan
silang dari bunga pohon lain.
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyt a
Classis : Magnolipsida
Subclassis : Magnolidae
Ordo :
Laurales
Family :
Lauraceae
Genus :
Persea
Spesies : Persea
americana
Fertilisasi pada tanaman alpukat sama
dengan tanaman buah-buahan lainnya. Setelah terjadi polinasi, yaitu perpindahan
serbuk sari ke kepala putik, bila keduanya subur dan masak, terjadilah
perkecambahan serbuk sari. Serbuk sari akan berkecambah tumbuh memanjang
menjadi tabung sari (pollen tube), lalu bergerak masuk ke dalam saluran tangkai
putik (canalis stylinus), menuju kantung embrio (saccus embrionalis). Setelah
itu, sperma bersatu membuat bakal buah, membentuk zigot yang akan tumbuh
menjadi embrio. Embrio adalah calon tanaman yang memiliki bakal akar
(radicula), bakal batang (cauliculus), dan tunas (plumula). Setelah pembuahan
tersebut, maka pada stadia awal terjadilah secara cepat pembelahan dan
pembesaran sel secara mitosis pada bakal buah (ovarium) dan bakal biji
(ovulum). Sel-sel bakal buah akan membentuk jaringan daging dan kulit buah,
yang disebut pericarpium. Jaringan pericarp ini tersusun oleh tiga lapis
jaringan eksocarp, mesocarp, dan endocarp.
Manfaat buah alpukat selain untuk
dimakan, dimanfaatkan juga sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, daunnya yang
muda sebagai obat tradisional yakni obat batu ginjal dan rematik. . (Dasuki,
1992: 95-99)
Pengamatan kelima yakni karet kerbau (Ficus elastica). Habitus karet kerbau
ini berupa pohon dengan tinggi 20-35 meter. Percabangan batang simpodial,
tegak, dengan segi penampang batang bulat, permukaan kasar, dan putih
kecokelatan. Daunnya tunggal, filotaksisnya berseling, bentuk daun lonjong,
tepi daun rata, dan ujung meruncing.
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliphyta
Classis :
Magnoliopsdia
Subclassis :
Hamamelidae
Ordo :
Urticales
Genus :
Ficus
Spesies :
Ficus elastica
Pangkal
daun meruncing, panjangnya 15-20 cm, lebar 8-15 cm, bertangkai pendek, hijau,
pertulangan menyirip, dan permukaan halus berwarna hijau.
Bunga tunggal berkelamin satu,
perrbungaan berada di ketiak daun (aksilar). Kelopak berbentuk mangkuk berwarna
hijau, benang sari panjangnya 7 mm berwarna putih dan pistilum bulat berwarna hitam panjangnya 1-2
cm. Buah buni, bulat, diameter 1-2 cm, hijau kehitaman. Ficus elastica bereproduksi secara seksual dan aseksual, baik
secara alami maupun buatan. Reproduksi seksual pada tumbuhan ini terjadi
melalui penyerbukan pada bunga. Proses penyerbukan (polinasi) dilanjutkan
dengan fertilisasi.
Manfaat getah batang Ficus elastica berkasiat sebagai obat
bisul dan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan permen karet. Kandungan kimia
yang terdapat di daun, akar, dan kulit batang Ficus elastica ialah saponin dan
flavonoida, kulit batang dan akarnya juga mengandung polifenol sedangkan
daunnya mengandung tannin. (Rahadian, 2010: 35-40)
Pengamatan keenam yakni kenanga (Cananga odorata). Habitus kenanga berupa
perdu, percabangan smpodial, dan segi penampang bualat. Daun tunggal,
filotaksis tersusu berselang-seling, bentuk daun seperti jantung (kordatus),
pertulangan daun menyirip, tepi daun berbentuk keriting atau berombak, ujung
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Magnolidae
Ordo : Magnoliales
Family : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies : Cananga odorata
daun
berbentuk runcing berwarna hijau tua, dan pangkal daun berbentuk membulat.
Bunga majemuk, pendek, serta
menggantung. Bunga berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna kuning jika
sudah tua. Perbungaan muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas
(terminal) dengan susunan yang khas. Mahkota bunga berjumlah 6, berdaging,
terlepas satu sama lain dan tersusun dalam lingkaran masing-masing berjumlah 3.
Stamen banyak dan ruang tempat sari terdapat di ujung tangkai sari, berbentuk
memanjang dan tertutup, serta berwarna cokelat muda.
Manfaat
bunga kenanga dapat digunakan untuk perawatan tubuh karena aromanya yang harum.
Dapat pula dijadikan untuk membuat parfum dan bahan kosmetik lainnya. Kenanga
juga berkhasiat untuk obat pembersih sehabis melahirkan, obat sesak nafas dan
bronchitis, serta obat malaria.
Pengamatan terakhir yakni
sasaladahan (Peperomia pellucida).
Habitus sasaladahan berupa herba, percabangannya simpodial, dan segi
penampangnya bulat. Daun tunggal, letaknya spiral atau tersebar, bentuk daunnya
seperti jantung (kordatus), dan pertulangan daun tidak palmatilobus. Tepi daun
entire (rata), pangkal daun kordatus, dan ujung daun runcing.
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliphyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis :
Magnolidae
Ordo :
Piperales
Family :
Piperaceae
Genus :
Peperomia
Spesies :
Peperomia pellucida
Macam bunganya bulir dengan perbungaan
rasemosa. Adapun simetri bunganya zigomorf yakni hanya dapat dibagi oleh satu
bidang simetri. Distribusi seks monoeseus karena terdapat dua alat kelamin
dalam satu individu. Namun stamen dan pistilum sulit diamati karena bulir bunga
terlalu kecil. Sasaladahan dapat di amati bagain akarnya yakni serabut.
(Campbell, 2008: 204-205)
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan
yang telah dilakukan data disimpulkan sebagai berikut:
1. Ciri-ciri khusus dari subkelas magnolidae
adalah spesies yang memiliki bunga sempurna, seperti pada bunga kenanga (Cananga
odorata). Adapun ciri-ciri khusus dari subkelas hamamelidae adalah
pada buahnya atau bunganya tereduksi menjadi buah.
2. Family moraceae yang diamati
meliputi nangka, sukun, dan karet. Ketiganya memiliki cirri khusus yaitu pada
hampir seluruh tubuhnya bergetah dan buahnya berduri.
3. Family piperaceae yaitu pada spesies
sirih memiliki ciri khusus bunganya berupa bulir.
4. Teratai bercirikan khusus tidak
memiliki akar tunggang, habitatnya merupakan akuatik, teratai termasuk ke dalam
family nymphaeaceae.
5. Family lauraceae memiliki buah yang
ditutupi oleh daging buah yang tebal dan lembut, dll. Contohnya pada alpukat;
alat kelamin dua dalam satu tumbuhan namun tidak dapat melakukan penyerbukan
dengan sendirinya.
6. Family annonaceae biasanya memiliki
bunga yang cantik, sempurna, perdu seperti pada bunga kenanga.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,
Neil. A. 2008. BIOLOGI UMUM JILID 2 EDISI
5. Jakarta: Erlangga
Dasuki,
Undang Ahmad. 1992. FITOGRAFI.
Bandung: Pusat Ilmu Hayati ITB
Irnaningtyas.
2011. DUNIA TUMBUHAN. Jakarta:
Erlangga
Rahadian.
2010. Penuntun Agar Kamu Sehat.
Jakarta: Dar Mizan
Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. TAKSONOMI SPERMATOPHYTA. Yogyakarta:
Gajah Mada Universitas Press.
Anonym.2012.
http//www.biologi.blogspot.com diakses 13/04/2014 pukul 17.50 WIB
Pertanyaan dan jawaban
1. Tuliskan
ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk
pada divisi magnoliophyta?
Secara
umum tumbuhan divisi Magnoliophyta dibungkus oleh daging atauberbiji tertutup
dan memiliki bunga yang sejati.
2. Jelaskan ciri-ciri khusus bunga yang
terdapat pada Magnoliaceae?
Bunga menjadi penciri yang paling
nyata dan membedakannya dari kelompok tumbuhan berbiji yang lain. Bunga
membantu kelompok tumbuhan ini memperluas kemampuan evolusi dan ekologisnya sehingga membuatnya sangat sesuai untuk hidup di
daratan. Stamen jauh lebih ringan dari pada organ dengan fungsi serupa pada
tumbuhan berbiji terbuka. Stamen tellah berevolusi untuk dapat beradaptasi
dengan penyerbuk dan untuk mencegah fertilisasi sendiri. Ukuran gametofit
jantan dan betina sangat tereduksi.
3. Ciri khusus apa yang secara
morfologis dapat kita amati, menyebabkan tumbuhan-tumbuhan dimasukan kedalam
family Piperaceae?
Piperaceae memiliki bunga yang
berbulir.
4. Kenapa Nymphae sp. dimasukan kedalam Magnoliophyta padahal tumbuhan ini
tidak memiliki akar tunggang?
Karena Nymphae sp. memiliki bunga yang sejati
5. Ciri khusus apa yang dimiliki Artocarpus heterophyllus dan Ficus elastica sehingga masuk kedalam
family Moraceae?
Hampir semua tumbuhannya bergetah
dan memiliki brachtea (pelindung buah).
6. Bagaimana proses fertilisasi yang
terjadi pada tumbuhan Magnoliophyta? Jelaskan dengan gambar!
Proses menempelnya seruk sari
(stamen paa kepala putik (stigma) dapat terjadi dengan bantuan angin, air, atau
hewan-hewan penyerbuk (pollinator) contohnya lebah, kupu-kupu, kelelawar, dan
lain-lain. Sel telur dan sperma menyatu. Setelah terjadi proses pembuahan yang
menghasilkan zigot dan endosperma di dalam bakal biji, maka bakal biji tersebut
akan berkembang menjadi biji, sedangkan bakal buah yang mengandung biji akan
berkembang menjadi buah.
LAMPIRAN

Bahan-bahan yang diamati Cananga
odorata

Teratai bunga ros dan karet kebo Artocarpus
heterophyllus

Daun Persea americana Peperomia
pellucida
Langganan:
Komentar (Atom)